Hindari Kesalah Pahaman, Sumbangan Wali Murid Harus Ada Laporan

PALEMBANG,HS-Untuk memberikan prasangka baik kemananya uang sumbangan dari wali murid kepada pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Selatan (Sumsel), Drs. Widodo, M.Pd. pihak sekolah harus memberikan informasi terkait perkembangan saldo keuangan yang berasal dari orang tua siswa satu kali dalam seminggu.

Keinginan ini dimaksudkan Widodo agar keluar masuknya uang sumbangan tersebut bisa diketahui oleh orang tua dan terkhusus bagi siswa.

“Seharusnya uang yang masuk dari wali murid itu dilaporkan sehingga tidak ada prasangka baik dari orang tua kemana larinya uang sumbangan tersebut,” ungkapnya saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin (6/11/2017).

Kendati demikian, menurut Widodo, saat ini masih minim sekolah yang melakukan pelaporan rurin tersebut. Sehingga dibutuhkannya dorongan kepada pihak komite agar melakukan pelaporan secara rutin kepada siswa dalam setiap minggu.

“Kita akan dorong sistem pelaporan ini sehingga uang suambangan yang diberikan wali siswa dikathui larinya kemana dan untuk apa,” tegasnya.

Widodo juga mengingatkan kepada orang tua, jika sumbangan yang dilakukan oleh komite sekolah tersebut bukan bersifat wajib melaikan bagi orang tua yang mampu saja. Selain itu, pihak sekolah juga memiliki kewajiban untuk membebaskan minimal 20 persen dari total siswa di sekolah tersebut dengan status gratis.

“Kalau ada sekolah yang meminta uang sumbangan kepada siswa miskin atau mematok nominal sumbangan maka laporkan kepada saya. Saya akan tindak tegas,” tembahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Palembang, Drs. H. Zulkarnain, MT mengatakan, selama ini laporan uang komite yang berasal dari sumbangan orang tua siswa hanya diberikan kepada orang tua saja.

Penerapan pelaporan rutin yang diberikan oleh pengurus kemite ke orang tua siswa belum terlakasan secara rutin.

“Pelaporan setiap minggu tersebut saya sambut baik agar tidak ada salah kekhawatiran dari orang rua siswa kemana larinya ang sumbangan mereka. Secara teknis bisa saja pelaporan dalam bentuk papan tulis yang ditempel di sekolah atau diumumkan ke siswa saat upacara hari Senin,” terangnya.

Menurut Zulkarnain, pada dasarnya pihak sekolah hanya membuat rencana kegiatan sekolah (RKS) saja. Namun, masalah program mana saja yang disetujui tergantung dari pihak pengurus komite sebagai orang yang memiliki hak.

“Jika memang benar terelaisasi dan pihak komite sepakat, akan lebih baik lagi jika orang tua siswa yang menyumbang juga tertera dalam pengumuman tersebut sehingga semua informasi bisa diketahui oleh orang tua siswa ataupun siswa itu sendiri, agar tidak terjadi kesalah pahaman,” ucapnya. (HSN)

Sumber: http://haluansumatera.com/hindari-kesalah-pahaman-sumbangan-wali-murid-harus-ada-laporan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *